SLEMAN - Jeda pertandingan yang panjang karena
masa kampanye pemilihan presiden dan Ramadan membuat manajemen PSS
Sleman kesulitan untuk memenuhi gaji pemain. Skuad berjuluk Elang Jawa
itu pun berencana untuk menggelar uji coba dan berharap ada penambahan pemasukan dari penjualan tiket.
Manajer PSS Sleman, Sukoco mengatakan, setelah melakukan pertandingan
menjamu Persinga Ngawi pada Rabu (4/6) malam, timnya baru akan mulai
melakoni laga selanjutnya usai puasa nanti, yaitu pada Agustus
mendatang.
Lamanya waktu tersebut membuat manajemen harus
memutar otak bagaimana cara mendapatkan pemasukan untuk pembayaran gaji
pemain dan tim pelatih.''Setelah lawan Ngawi, libur tiga hari. Kemudian,
kita akan melakukan latihan seperti biasa. Nah, pemain kan tetap butuh
makan toh,''kata dia.
Untuk mencari pemasukan tersebut, ia pun
berencana melakukan uji coba. Minimal, dengan dua tim selevel dan dua
tim lokal. Jika itu bisa dilakukan, maka pembayaran gaji pemain dan
pelatih tidak akan tersendat nantinya.''Ya, kita harus cari pemasukan.
Untuk pembayaran gaji pemain juga,” tuturnya.
Namun, upaya
tersebut kemungkinan akan sulit dilakukan, sebab bertepatan dengan
kampanye untuk pemilhan presiden. Sebab, berdasar pengalamannya saat
sebelum pemilihan umum legislatif (pemilu), timnya tidak bisa melakukan
uji coba karena tidak mendapat izin dari pihak kepolisian.
''Secepatnya kita akan menghubungi pihak kepolisian untuk meminta izin.
Kemarin saat pemilihan legislatif memang sulit, tapi kampanye presiden
kan berbeda. Hanya dua kali saja dilakukan di utara stadion
(Maguwoharjo) nanti,''ucapnya.
Selain untuk mencari tambahan
pemasukan dari penjualan tiket, uji coba tersebut juga dimaksudkan agar
stamina dan mental bertanding pemain tetap terjaga. Sebab, jika hanya
latihan dan melakukan game internal saja, greget pemain dalam berlatih
sulit untuk dicapai.
sindonews.com
