JOGJA – Hingga kini lokasi pertandingan PSIM Yogyakarta versus PSS Sleman dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Grup 5 belum jelas. Padahal pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan, Jumat (8/8) kemudian ditunda Selasa (19/8) diwanti-wanti oleh PT Liga Indonesia tidak boleh ditunda lagi.Pertandingan PSIM Yogyakarta vs PSS Slean mulai menjadi problematika pelik ketika Stadion Mandala Krida yang selama ini menjadi home base PSIM Yogyakarta direnovasi oleh pengelolanya, yakni Badan Penyelenggara Olahraga (BPO) DIY. PSIM Yogyakarta lantas kebingungan mencari lokasi.
Sempat terbesit wacana menggunakan Stadion Maguwoharjo yang menjadi home base PSS Sleman, namun Kapolres Sleman, AKBP Ihsan Amin jauh-jauh hari telah menyatakan tidak akan memberi izin. Kerusuhan pada (29/4) lalu ketika PSS Sleman menjadi tuan rumah melawan PSIM Yogyakarta di stadion ini menjadi alasan.
Karena tidak ada pilihan, sebab Stadion Sultan Agung Bantul pada hari yang sama (8/8) digunakan oleh Persiba Bantul yang menjamu PSM Makassar, akhirnya PSIM Yogyakarta bertekad untuk memakai Stadion Mandala Krida. Namun, Kapolresta Yogyakarta, Kombespol Slamet Santoso tidak mengizinkan.
Alasannya, kondisi stadion yang dipenuhi material keras sisa bongkaran dapat digunakan oleh para penonton untuk saling melempar. Padahal antara suporter PSIM Yogyakarta sendiri, yakni Brajamusti dan The Maident belum memperlihatkan hubungan yang harmonis.
Tidak adanya izin ini kemudian menjadi alasan PSIM Yogyakarta untuk meminta pengunduran jadwal ke PT Liga Indonesia dan ternyata dikabulkan untuk dilaksanakan pada 19 Agustus. PSIM Yogyakarta lantas membidik Stadion Sultan Agung Bantul yang kosong untuk dipakai.
Namun ternyata Kapolres Bantul, AKBP Surawan juga menolak. Alasannya potensi konflik pertandingan PSIM Yogyakarta vs PSS Sleman sangat tinggi. “Jangankan tim luar, Persiba Bantul selaku tuan rumah saja tidak akan kami izinkan main kalau ada potensi konflik.”
“Pertandingan ini juga antara dua tim luar Bantul. Tidak ada keuntungan bagi masyarakat Bantul. Kami tidak mau jika hanya mendapat getahnya. Pertandingan ini tidak akan diberi izin,” tandas Surawan.
PSIM Yogyakarta memang masih berusaha melobi Polresta Bantul untuk memberi izin keamanan penggunaan Stadion Sultan Agung. Namun jika gagal, Ketua Panpel PSIM Yogyakarta, Ricahardo Wibowo mengatakan, kemungkinan akan menggunakan Stadion AAU dengan konsekuensi tanpa penonton. Sebab PT Liga Indonesia tidak lagi mengizinkan pertandingan ini ditunda setelah 19 Agustus.
0 komentar:
Posting Komentar