SLEMAN - Dua laga kandang terdekat PSS Sleman kontra Perseman Manokwari dan Madiun Putra FC akan menjadi pertandingan penting. Selain demi mengamankan poin kandang untuk lolos ke 16 besar, ada misi bisa mendapatkan pemasukan dari dua laga tersebut guna membayar tunggakan gaji pemain.

Seperti diketahui, sampai saat ini PT Putra Sleman Sembada (PSS) masih memiliki tunggakan gaji pemain sebesar separoh gaji bulan Juli. Sementara pada satu sisi, kondisi dompet keuangan PSS Sleman kini sedang seret, lantaran lama tak menggelar laga kandang.
Untuk itu, pemasukan dari hasil dua pertandingan kandang ke depan akan menjadi andalan pengelola PSS Sleman. Paling tidak, dari hasil penjualan tiket sisa tunggakan gaji pemain bisa dibayarkan, termasuk menutup kebutuhan lain di luar gaji pemain.

"Jelas hasil pemasukan dari dua laga kandang itu akan membantu kondisi finansial tim. Saya optimistis akan banyak penonton karena sudah lama PSS Sleman tak bermain di kandang," ujar Direktur Utama PT PSS, Supardjiono, Minggu (10/8).
Meski demikian, pria yang akrab disapa Pardji mengatakan, manajemen tetap mengusahakan sumber pemasukan lain di luar hasil laga kandang. Harapannya, gaji sudah bisa dibayarkan sebelum laga melawan Perseman Manokwari, Selasa (12/8) besok.

"Kalau bisa sebelum dua laga kandang. Ini akan menjadi suntikan semangat untuk pemain," terang Supardjiono.
Terpisah, Pelatih PSS Sleman, Herry Kiswanto, punya misi tersendiri dari dua laga kandang terdekat. Pelatih yang akrab disapa Herkis itu ingin mengamankan enam poin hasil kemenangan dari Perseman Manokwari dan Madiun Putra FC.

"Pertandingan kandang adalah kesempatan kita mengamankan poin penuh, karena itu kita ingin menang pada dua laga kandang mendatang," terang Herry Kiswanto.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top