Sleman – Tiga bulan lalu, tepatnya ketika pertandingan PSS versus PSIM dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI Grup 5, 29 April 2014, di Stadion Maguwoharjo, berakhir rusuh, Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin mengatakan pihaknya tidak akan lagi memberi izin pertandingan antara kedua tim ini di Sleman.
“Sudah beberapa kali kita mempertemukan koordinator kedua tim, dan telah sepakat untuk menjaga kedamaian dan keamanan. Tapi nyatanya rusuh, jadi saya tidak akan lagi memberi izin pertandingan antara PSS dan PSIM di Sleman,” ujar Ihsan kepada sorotjogja kala itu.
Belakangan ini, terdengar ada wacana untuk menggelar lagi pertandingan keduanya di Stadion Maguwoharjo karena PSIM yang seharusnya menjadi tuan rumah kesulitan mencari lokasi pertandingan sehubungan dengan pemugaran Stadion Mandala Krida. Kedua tim sesama DIY sehingga partai ini sering disebut sebagai Derby Istimewa akan saling behadapan, Jumat (8/8).
Ada Stadion Sultan Agung Bantul yang bisa dijadikan alternative, cuma masalahnya saat bersamaan Persiba harus menjamu PSM Makasar dalam lanjutan kompetisi ISL. Adu juga Stadion AAU, cuma stadion ini jelas tidak menguntungkan PSIM dalam hal pemasukan dari penjualan tiket penonton.
Kubu PSIM sebagaimana dikatakan oleh pelatih kepala Seto Nurdiyantoro tidak keberatan jika harus menjamu PSS di Maguwoharjo. Seto mengatakan secara mental, anak-anak asuhannya siap bermain di mana saja. “Main di Maguwoharjo juga tidak masalah. Anak-anak siap kok,” tegas Seto.
Masalahnya tentu adalah izin pihak kepolisian. Apakah Ihsan Amin akan tetap dengan keputusannya atau ada pertimbangan lain yang mengubah pikirannya. Asal tahu saja beberapa pertandingan uji coba PSS juga tidak mendapat izin karena bersamaan dengan Pilpres.
#SorotJogja
Home
»
Derby Yogya
» Polisi Sudah Bertekad Tidak Beri Izin Pertandingan PSIM Yogyakarta vs PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar