SLEMAN - Fase penyisihan grup sudah dilakoni PSS Sleman dengan menjadi kampiun Grup 5 Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Tim berjuluk Elang Jawa (Elja) tersebut meraih 19 poin dari 12 laga yang telah dijalani.

Selama berlaga di Kompetisi Divisi Utama, tim yang diasuh Sartono Anwar setengah musim kemudian digantikan Herry Kiswanto itu belum pernah menang di luar kandang. Tim kebanggaan Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) itu maksimal mendapatkan hasil seri di kandang lawan, saat menghadapi Madiun Putra FC, PSBK Kota Blitar dan PSIM Yogyakarta.

Keadaan sebaliknya, saat skuad Elja bermain di kandang, mereka tampil garang membantai lawan-lawannya. Skor terkecil yang diperoleh di kandang 0-0, saat ditahan imbang tim tetangga, PSIM Yogyakarta.
Dari hasil yang diperoleh di kandang, PSS Sleman tiga kali clean sheet saat ditahan PSIM Yogyakarta, menang atas PSBI Blitar dan Persinga Ngawi. Anang Hadi dkk kebobolan maksimal satu gol saat menghadapi Persenga Nganjuk (kemudian mundur dari kompetisi), PSBK Kota Blitar, Perseman Manokwari dan Madiun Putra FC.

Anak-anak Sleman selalu kebobolan satu gol pada babak kedua, setelah unggul besar pada babak pertama. Saat lawan Persenga Nganjuk, tim unggul lebih dahulu tiga gol tapi kemudian loyo pada babak kedua dan kebobolan satu gol.
Rekor ini berulang ketika menghadapi PSBK Kota Blitar di Stadion Maguwoharjo, anak-anak asuhan Herry Kiswanto unggul empat gol kemudian dibobol satu gol pada babak kedua. Demikian pula saat lawan Perseman Manokwari dan Madiun Putra FC di kandang.
Tak hanya di kandang, pemain PSS Sleman seperti kehilangan konsentrasi pada babak kedua. Saat bermain di luar kandang pun, skuad Super Elja juga sering kecolongan saat 45 menit kedua.

Saat menantang Perseman Manokwari di Stadion Wilis, Madiun, putaran pertama lalu, sepanjang babak pertama PSS Sleman bisa menahan tuan rumah. Babak kedua berjalan, Elang Jawa kebobolan lebih dahulu tapi kemudian dapat dibalas Monieaga Bagus Suwardi. Namun menjelang laga berakhir, tim lawan menyamakan kedudukan.
Pengalaman hampir sama saat melawan PSBI Blitar di Stadion Aryo Srengat. Saat itu, PSS Sleman sebagai tim tamu unggul lebih dulu melalui kaki Guy Junior pada babak pertama.

Paruh kedua kedudukan berubah, tuan rumah membalikan keadaan melalui dua gol masing-masing melalui Bambang Priyo dan Purwanto. Ketika menghadapi PSBK Kota Blitar di Stadion Gelora Supriyadi, lagi-lagi PSS Sleman unggul lebih dulu melalui Mudah Yulianto tapi babak kedua tuan rumah dapat mengejar kedudukan melalui tendangan penalti Dicky Firasat.

Untung pertandingan berakhir seri 1-1 sehingga Elang Jawa masih dapat membawa poin. Terakhir saat menghadapi PSIM Yogyakarta, unggul lebih dulu melalui Guy Junior pada babak pertama kemudian semakin unggul pada paruh kedua melalui Mudah Yulianto. Sayang, kedudukan tak bertahan lama, dua pemain Laskar Mataram langsung membalas dua gol.

Pelatih PSS Sleman, Herry Kiswanto menyatakan, banyak faktor yang membuat pemainnya menurun pada babak kedua. "Akan kami benahi pada sisa waktu yang ada, ke depan berharap tak terulang lagi," katanya, Kamis (21/8) kemarin.

Skuad Elja hanya memiliki waktu lebih kurang satu pekan untuk mempersiapkan babak 16 besar. Anang Hadi cs bakal bertemu tim-tim asal Jatim, Kalimantan dan Papua, pada putaran yang mulai digelar 2 September 2014 mendatang.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top