Jogja – Kubu PSIM menyatakan  tidak mempunyai alternatif lain untuk memakai Stadion Mandala Krida jika pertandingan melawan PSS dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Grup 5 tetap dilaksanakan, Jumat (8/8).

MasalahMandala Krida sedang dalam pemugaran berat tidak dapat menghalangi PSIM. Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama  PT Putra Insan Mandiri (pengelola PSIM) Dwi Irianto. “Kalau ditunda sehari (9/8), kita bisa gunakan Stadion Sultan Agung Bantul. Tapi kalau tetap (8/8) sangat terpaksa kita main di Mandala Krida,” ujar Dwi kepada sorotjogja.com, kemarin.

Pertanyaan yang muncul, layakkah stadion Mandala Krida yang sedang dalam pemugaran berat itu digunakan. Ketua Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY selaku pengelola Stadion Mandala Krida Edi Wahyudi mengatakan sulit karena stadion telah dibongkar total pada sisi timur dan banyak alat berat di lokasi.

Dari pengamatan sorotjogja di lapangan, Senin (4/8) ada banyak hal yang kiranya harus dipertimbangkan dengan matang. Kondisi rumput sudah cukup tinggi karena selama pemugaran tidakdilakukan perawatan. Tentu hal ini sangat mengganggu permainan. Laju bola akan terhambat.

Pertandingan ini selalu penuh gesekan, padahal di sisi timur lapangan, selain tribun yang telah dirobohkan, pagar pembatas antara penonton dan lapangan juga telah rata dengan tanah. Tentu hal ini akan sangat mengancam keselamatan pemain. Penonton yang marah bisa saja masuk ke lapangan tanpa dapat dicegah.

Hal yang tidak kalah untuk diperhatikan adalah di sisi timur yang sedang dibongkar itu banyak terdapat material keras bekas tribun yang dihancurkan. Tentu material ini bisa menjadi ancaman bagi pemain. Ingat ketika PSS menjamu PSIM pada putaran pertama di Stadion Maguwoharjo (29/4) terjadi lemparan benda keras antara supporter yang menggunakan keramik stadion yang dipecahkan.

Yang juga harus diperhatikan manajemen PSIM adalah dengan dibongkarnya tribun timur maka permainan yang sedang berlangsung dapat disaksikan oleh setiap orang yang lewat di stadion. Belum lagi pagar yang mudah diterobosi tentu akan membuat sulit Panpel mengawasi jumlah penonton yang masuk tanpa tiket.

#Sorotjogja

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top