Tim PSS Sleman meninta jaminan keamanan selama mereka menjalani pertandingan saat menantang tuan rumah PSIM Yogyakarta dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama di Stadion Mandala Krida, Selasa (19/8) sore.

“Laga besok pastinya akan ada tensi panas. Maka dari itu kami minta jaminan keamanan dari pihak panpel baik selama perjalanan dari Sleman sampai stadion, selama pertandingan dan pulang kembali ke Sleman,” papar Direktur PT Putra Sleman Sembada (PSS) selaku pengelola tim PSS, Supardjiono, Senin (18/8).

Supardjiono pun mengaku menyayangkan sikap panpel yang seperti memaksakan laga tersebut digelar di Mandala Krida. Padahal kondisi stadion tidak representatif karena masih dalam tahap renovasi.

Terlebih suasana ‘panas’ makin mengapung menilik sejarah kedua tim terutama saat pertemuan putaran pertama lalu di Sleman yang diwarnai bentrok antarsuporter kedua tim. “Apa tidak berisiko kalau tetap di Mandala Krida. Bagaimana dengan keamanan para pemain,” imbuhnya.

Sementara itu, setelah tarik ulur terkait lokasi pertandingan, akhirnya laga klasik bertajuk Derbi Mataram tersebut tetap digelar di Stadion Mandala Krida. Meski digelar, panitia pelaksana (panpel) pertanding memutuskan laga tersebut tidak akan disaksikan penonton. “Laga besok tanpa penonton. Praktis kami tidak akan mencetak tiket,” jelas Ketua Panpel PSIM, Rikardo Murti Wibowo.

Edo (sapaan akrabnya) mengaku laga itu tetap digelar di Mandala Krida karena sulitnya panpel mendapatkan izin penyelengaraan dari sejumlah stadion alternatif.

Dia menyebut, pihaknya sudah mencoba meminta izin penggunaan dua stadion berskala internasional yang ada di DIY yakni Stadion Sultan Agung, Bantul dan Maguwoharjo International Stadium (MIS), Sleman, termasuk penggunaan Stadion AAU Adisutjipto. Tapi kesemua stadion itu tidak mendapat izin karena terkait keamanan.

“Sebenarnya kondisi Mandala Krida juga tidak representatif karena banyaknya bahan bangunan dan alat-alat berat. Tapi kami kesulitan mencari lokasi lain dan akhirnya pihak pengelola stadion termasuk polisi juga sudah mengeluarkan izin pertandingan,” papar pria yang juga PNS di Kantor Satpol PP Kota Yogyakarta itu.

Edo menambahkan, meski laga digelar tanpa penonton pihaknya tidak menutup mata tetap akan ada para pendukung Laskar Mataram yang nekat datang ke stadion. Maka dari itu bekerja sama dengan pihak kepolisian, nantinya di sekitar stadion akan dilakukan sterilisasi.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top