Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan PSIM Richardo Putra Mukti Wibowo menegaskan jika PSIM tidak akan menggunakan Stadion Maguwoharjo saat menjamu PSS dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Grup 5, Jumat (8/8).

Edo, demikian Ketua Panpel yang juga PNS di Pemkot Jogja ini akrab disapa mengatakan, risiko yang ditimbulkan sangat tinggi. Kerusuhan antarsuporter adalah salah satu pertimbangannya. Selain itu Edo juga mengkhawatirkan kerusakan yang bakal timbul di stadion yang bertaraf internasional tersebut sehingga pihaknya harus menanggung biaya ganti rugi yang cukup tinggi.

“Kalau di Maguwoharjo kayanya tidak. Risikonya terlalu besar. Keamanan untuk suporter  kurang terjamin. Belum lagi kalau ada kerusakan pada fasilitas stadion,” tegas Edo sambil menambahkan kalau pihaknya juga tidak yakin kepolisian Sleman akan memberi izin pertandingan ini di Maguwoharjo.

Pertandingan PSIM ve PSS tidak dapat dilaksanakan di Stadion Mandala Krida yang saat ini sedang dipugar. PSIM punya beberapa alternatif lokasi. Namun Stadion Sultan Agung  Bantul yang dibidik ternyata tidak dapat dipakai karena pada hari yang sama tuan rumah Persiba Bantul akan menjamu PSM Makasar di ajang ISL. Sedangkan Stadion AAU, dirasakan tidak menguntungkan dari sisi pemasukan penjualan tiket. 

Sempat berkembang wacana bermain di Stadion Maguwoharjo.  Namun hal ini tidak mudah. Rivalitas kedua kubu terutama para supporter yang sering terlibat dalam kerusuhan, seprti terjadi tiga bulan lalu ketika PSS menjamu PSIM tentu akan menjadi kendala. Apalagi Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin sudah menegaskan tidak akan memberi izin pertandingan yang mempertemukan kedua klub ini digelar di Sleman.

#sorotjogja

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top