JOGJA – PSIM Yogyakarta sedang kebingunan mencari lokasi pertandingan untuk menjamu PSS Sleman dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Grup 5, Jumat (8/8). Pasalnya saat ini Stadion Mandala Krida yang menjadi home base PSIM Yogyakarta sedang dipugar.
Ada beberapa wacana dan alternatif, namun belum menemukan kecocokan. Mau menggunakan Stadion Sultan Agung Bantul, tidak bisa. Sebab pada hari yang sama Persiba Bantul akan bermain melawan PSM Makasar di kompetisi ISL.


Kalau menggunakan Stadion Maguwoharjo, izin dari Kepolisian Resort Sleman rasanya sulit didapat. Belum lagi dampak yang bakal timbul akibat rivalitas yang tinggi diantara supporter kedua klub ini. Jika memakai Stadion AAU, tentu akan mengurangi pendapatan PSIM Yogyakarta dari sisi penjuakan tiket.
Lantas muncul wacana sebagaimana dikatakan oleh Direktur Utama PT Putra Insan Mandiri (Perusahaan yang mengelola PSIM Yogyakarta) Dwi Irianto untuk tetap menggunakan Stadion Mandala Krida. Pasalnya stadion ini hanya dibongkar tribun sisi timur, sedangkan lapangannya tetap seperti dulu. Masih bisa digunakan.


Namun jika ini dipaksakan tentu akan merugikan juga bagi PIM sebab tembok sisi timur Stadion Mandala Krida saat ini sudah dibongkar total. Dari jalan saja setiap orang yang lewat dapat melihat langsung ke lapangan.
“Kalau tetap seperti ini tentu PSIM Yogyakarta akan rugi, karena penonton pasti akan tetap masuk tanpa karcis. Tapi kalau memang mau tetap main di sini, pagar kelilig stadion harus dipasang seng penutup. Kalau sudah dipagari seng pasti aman,” ujar Bagong salah seorang mandor proyek pemugaran Stadion Mandala Krida saat ditemui Sorot Jogja, Senin (4/8).


Apakah waktunya cukup, karena mainnya tinggal tiga hari lagi? “Asal punya dana, bisa. Dulu waktu ada road race kami hanya perlu sehari untuk magari pakai seng. Kalau PSIM Yogyakarta punya dana, gampang kok,” pungkas Bagong.

Sumber: sorotjogja.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top