PSIS Semarang akhirnya bersedia menerima tantangan PSS Sleman untuk berujicoba pada sore hari.
Laga ini rencananya akan digelar di Stadion Maguwoharjo, tanggal 12 Juli 2014 mendatang.
Bermain pada sore hari merupakan laga yang berat bagi kedua tim karena
harus bertanding dalam kondisi sedang puasa. "Memang risikonya harus
bertanding saat bulan puasa. Tetapi, PSS tidak memberikan pilihan lain
dan mengajak bertanding pada sore hari," ujar Manajer PSIS, Wahyu
"Liluk" Winarto, Rabu (2/7/2014).
Di sisi lain, Pelatih PSIS, Eko Riyadi mengaku siap timnya bermain pada sore hari saat bertandang ke Sleman.
Menurutnya, laga ujicoba yang digelar pada bulan puasa dan dilakukan
sore hari akan memberikan kesempatan kepada semua pemain untuk turun ke
lapangan. "Saat puasa seperti ini, akan membuat seluruh pemain dapat
turun ke lapangan," ujar eks kapten PSIS di era 90-an ini.
Eko menambahkan tidak akan melarang pemainnya untuk tidak berpuasa. Puasa adalah ibadah yang wajid dijalankan umat muslim.
Dari sinilah, Eko akan menguji ketahanan tubuh dan stamina para
pemainnya satu per satu. "Kalau kuatnya main 20 menit ya dipasang 20
menit, kalau kuatnya satu babak ya dipasang satu babak. Dari segi
persiapan pasti tiap-tiap pemain punya caranya sendiri-sendiri,"
sambungnya.
Untuk tim, Eko memaparkan akan menerapkan berbagai
strategi untuk mengatur tempo permainan, sehingga fisik pemainnya tidak
terkuras habis. "Kami akan lihat dulu situasi dan kondisi tiap-tiap
pemain untuk menerapkan strategi pada ujicoba nanti," tandasnya.
Rencananya laga ujicoba melawan PSS akan digelar dua kali menggunakan sistem home-away.
Setelah bertandang ke Sleman pada tanggal 12 Juli, rencananya kedua tim
akan kembali berlaga pada tanggal 25 Juli di Stadion Jatidiri,
Semarang. (*)
