Pemain asal Kamerun itu mengaku bepergian ke Tiongkok untuk berobat sekaligus memenuhi panggilan Kedubes Kamerun untuk mengurus status kewarganegaraannya yang akan berpindah sebagai WNI.

Herkis, demikian sapaan Herry Kiswanto, mengatakan, performa Guy memang tidak terlalu signifikan bagi PSS. Selain itu perilakunya juga kurang baik karena telah absen dalam latihan tanpa izin.

“Soal Guy tidak perlu dibahas lagi. Saya tidak mau berpanjang lebar masalah pemain itu. Sikapnya kurang baik untuk tim,” tandas Herkis.

Kekesalan Herkis dan manajemen PSS terhadap pemain asing yang satu ini memang selayaknya dialamatkan. Sebab, alasannya sakit dan harus berobat terasa sangat berlebihan, sebab ia hanya sakit tifus. Manajemen justru mendengar bahwa Guy mengikuti seleki di Tiongkok.

Itu sebabnya Herkis sepertinnya tidak mau lagi memaafkan Guy.  “Meskipun Guy bilang sempat mengabari Manajer (Sukoco), saya tetap tak begitu peduli. Saya hanya ingin memaksimalkan pemain yang mau bermain untuk Sleman,” tambah Herkis.

Guy mengaku telah mengabari Sukoco selaku Manajer Tim PSS. Guy mengatakan sempat mengalami sakit tifus dan bersamaan dengan itu, ia harus mengurus surat perpindahan kewarganegaraannya itu.

Namun Sukoco pribadi mengaku tak pernah menerima permintaann izin dari striker tersebut selama sepekan ini, saat Guy Junior menghilang. “Belum, saya belum pernah menerima permintaan izin darinya,” tegas Sukoco.

#Sport

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top