SLEMAN – Penyerang asing PSS Sleman asal Kamerun Guy
Junior berang dengan pernyataan manajemen PSS soal mangkirnya dari sesi
latihan dalam beberapa hari terakhir. Saat dihubungi kemarin, Junior
membantah jika tidak meminta izin pada manajer maupun tim
pelatih. Kepada Radar Jogja, Junior mengaku ada dua hal yang membuatnya
absen latihan. Junior mengaku sempat mengalami gejala tifus sehingga
harus beristirahat di rumah sakit. Setelah penyakitnya membaik, Junior
harus bertolak ke Beijing untuk mengurus administrasi
kewarganegaraan. Junior mengaku sangat kecewa karena merasa sudah
berkomitmen tinggi pada Super Elang Jawa (Super ELja). Ia merasa
manajemen seolah mencari-cari alasan memojokkannya hanya karena
inkonsistensi performa sejak awal musim Divisi Utama 2014.
“Yang tidak izin siapa? Saya sudah izin pada Pak Koco (Sukoco, Manajer
PSS, Red) kalau saya sakit lalu harus ke Beijing karena harus mengurus
administrasi kewarganegaraan. Jadi jujur saya kecewa dengan tuduhan
tidak profesional ini,” ungkapnya. Terkait performa buruknya, Junior
berjanji untuk terus mengasah permainannya. Ia optimistis setelah hari
raya Idul Fitri dirinya mampu menunjukkan diri kalau pilihan PSS
kepadanya tidaklah salah. Untuk itu, saat PSS masuk masa libur latihan,
dia bakal melakukan latihan mandiri di Gresik. Sebelum libur, Senin
(21/7) Junior memastikan diri untuk ikut dalam latihan bersama
rekan-ekannya. ”Sayaberjanji untuk menunjukkan kontribusi maksimal pada
tim,’’ jelas pengusung nomor punggung 10 tersebut.
Per Selasa (22/7) sendiri PSS sudah memulai masa lburan. Pemain diminta
kembali berkumpul pada 1 Agustus untuk langsung digembleng sebelum
menghadapi PSIM Jogja dalam laga bertajuk Derby d Jogjakarta.
Pertandingan ini cukup menentukan sebab jika kalah peluang PSS menembus
babak 16 besar bisa semakin sulit. Selama masa liburan Asisten Pelatih
PSS Edy Broto mengatakan para pemain diberikan pekerjaan rumah (PR). PR
tersebut bertujuan agar pemain mampu menjaga level fisik mereka selama
liburan. Kata Edy libur lebaran terkadang menjadi malapetaka untuk tim.
Selain jarang berolahraga saat merayakan Idul Fitri pemain-pemain
biasanya menyantap makanan berkolesterol tinggi. “Saya berharap pemain
disiplin. Makan yang lemak-lemak tidak apa-apa asal dikontrol. Selain
itu PR fisik juga harus dikerjakan. Tentunya semua tidak ingin laga
sebergengsi derby rusak hanya karena kondisi fisik pemain yang drop,”
jelasnya
#RadarJogja
